(2) Ina Sugiharti
(3) Tika Lubis
(4) Sholikhah Eli Setiyani
*corresponding author
AbstractPrevalensi anemia di Indonesia masih cukup tinggi sehingga anemia masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia selain masalah kurang energi protein, kurang vitamin A, dan gangguan akibat kurang iodium (GAKI). Faktor utama yang menyebabkan sulitnya penurunan prevalensi anemia ini antara lain karena rendahnya cakupan dan kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet besi. Kurangnya pengetahuan akan pentingnya mengkonsumsi zat besi berupa tablet penambah darah tersebut yang akan menyebabkan meningkatnya kejadian anemia pada remaja. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswi tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia saat menstruasi di SMP N 1 PAKEM, Kec. Hargobinangun, Kab. Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 32 siswi. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan cek kadar hemoglobin. Analisis data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 14 tahun sebanyak 22 siswi (68,75%) dengan sumber informasi terbanyak berasal dari media elektronik. Siswi yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 23 siswi, pengetahuan cukup 8 siswi, dan pengetahuan kurang sebanyak 1 siswi. Angka kejadian anemia menunjukkan bahwa sebagian siswi tidak mengalami anemia saat menstruasi yaitu sebanyak 26 siswi dari total 32 siswi. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswi tentang pentingnya mengkonsumsi tablet fe dengan kejadian anemia saat menstruasi di SMP Negeri 1 Pakem Sleman. Abstract. The prevalence of anemia in Indonesia remains considerably high, making it a major public health issue, alongside problems such as protein-energy malnutrition, vitamin A deficiency, and iodine deficiency disorders (IDD). One of the primary factors contributing to the persistent high prevalence of anemia is the low coverage and compliance among adolescents in consuming iron tablets. A lack of knowledge regarding the importance of consuming iron in the form of blood-boosting tablets contributes to the increased incidence of anemia among adolescents. This study aims to determine the relationship between students' knowledge about the importance of consuming iron tablets and the incidence of anemia during menstruation at SMP N 1 PAKEM, Hargobinangun District, Sleman Regency. This research is an observational analytic study with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling, with 32 female students as respondents. Data were collected through questionnaires and hemoglobin level checks. Data analysis was performed using the chi-square test. The results showed that most respondents were 14 years old, with 22 students (68.75%) primarily obtaining information from electronic media. A total of 23 students had good knowledge, 8 had adequate knowledge, and 1 had poor knowledge. The incidence of anemia revealed that most students did not experience anemia during menstruation, with 26 students out of 32 not being anemic. Conclusion: There is a significant relationship between students' knowledge about the importance of consuming iron tablets and the incidence of anemia during menstruation at SMP Negeri 1 Pakem, Sleman. KeywordsAnemia; Menstruasi; Pengetahuan; Tablet Fe
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.2025954 |
Article metricsRead: 226 | Download: 170 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arikunto, 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineke Cipta
Arisman, 2008. Buku Ajar Ilmu Gizi Keracunan Makanan. Jakarta: EGC
BKKBN, 2005. Remaja dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: BKKBN
Kemenkes RI, 2023. Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Kesehatan Indonesia Sehat
Dinas Kesehatan Provinsi DIY, 2023. Profil Kesehatan Provinsi DIY
Husaini, et all, 2005. Evaluation of Nutritional Anemia Intervention Among Anemia Female Workers on a Tea Plantation. In: Iron Deficiency and Work Performance (Hallberg L. And Scrimshaw NS eds). Washington DC: The Nutrition Foundation
Handoko, 2013. Statistik Kesehatan Dengan Aplikasi SPSS dalam Prosedur Penelitian. Yogyakarta: Rohima Press
Krummel, 2005. Nutrition in Women’s Health. Maryland: Gaithers Bung
Manuaba, et all, 2010. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC
Murtiningsih Tri, 2012. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII tentang Anemia Di SMP Nurul Islam Ngemplak Boyolali Tahun 2012. Surakarta: Stikes Kusuma Husada.
Musbikin, 2008. Panduan Kontrasepsi. Yogyakarta: Mitra Pustaka
Notoatmodjo, 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineke Cipta
Notoatmodjo, 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineke Cipta
Nursalam, 2010. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Penelitian. Jakarta: Salemba Medika
RISKESDAS, 2021. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan, Republik Indonesia
Soetjiningsih, 2014. Tumbuh Kembang dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung
Subagyo, 2007. Studi Kelayakan Teori Dan Aplikasi. Jakarta: PT Elex Media Komputido
Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta
Vijayaraghan, 2009. Anemia karena Defisiensi Zat Besi. In: M. J. Gibney, et all. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC
Warsiti Sri, 2013. Tingkat Pengetahuan Siswi Kelas XI Tentang Pentingnya Mengkonsumsi Tablet Fe Saat Menstruasi Di SMA Muhammadiyah 1 Sragen Tahun 2013. Surakarta: Stikes Kusuma Husada.
Waryana, 2008. Gizi Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rihara
Wawan Dewi, 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika
Wiratna, 2014. SPSS untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Dyah Ayu Fitriani, Ina Sugiharti, Tika Lubis, Sholikhah Eli Setiyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








Download