(2) Nafiah Nafiah
(3) Pance Mariati
(4) Siti Maghfirotun Amin
*corresponding author
AbstractBanyak siswa sekolah dasar yang menganggap matematika sebagai pembelajaran yang paling sulit dan rumit. Dengan demikian, siswa harus dapat memahami pembelajaran matematika karena matematika merupakan sarana untuk memecahkan masalah sehari-hari seperti halnya membaca dan menulis. Kesulitan belajar matematika dalam memahami konsep harus diberikan solusi sedini mungkin, kalau tidak siswa akan menghadapi banyak masalah kedepannya karena hampir semua bidang studi membutuhkan matematika yang tepat. Salah satu faktor penyebab kesulitan belajar adalah motivasi belajar dan minat belajar matematika, rendahnya motivasi dan minat belajar matematika disebabkan karena kurang tepatnnya metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika. Setiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Pembelajaran Kontekstual Learning dan matematika realistic merupakan yang dihadirkan ke ruang kelas, diharapkan siswa dapat mengoptimalkan panca inderanya baik penglihatan, pendengaran, penciuman, maupun penginderaan yang lain untuk dapat memahami materi yang sedang dipelajari. Tidak semua guru mampu merancang pembelajaran matematika dengan pendekatan yang seperti itu. Maka melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam merancang pembelajaran matematika kemampuan guru mengalami peningkatan sebesar 60% dari sebelum mengikuti pelatihan ke setelah mengikuti pelatihan. KeywordsMerancang; pembelajaran matematika; kreatif; inovatif
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.2024648 |
Article metricsRead: 454 | Download: 276 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Alfiyah, Z. N., Hartatik, S., Nafilah, N., & Sunanto, S. (2021). Analisis Kesulitan Belajar Matematika Secara Daring Bagi Siswa Sekolah Dasar Zuraida. Basicedu, 5(5), 3158–3166. https://jbasic.org/index.php/basicedu
Febrilia, B. R. A., & Juliangkary, E. (2019). Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Mengembangkan Rancangan Permasalahan Matematika Ditinjau Dari Level Kemampuan Berpikir Siswa. KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 49–68. https://doi.org/10.22236/kalamatika.vol4no1.2019pp49-68
Gazali, R. Y. (2016). Pembelajaran Matematika Yang Bermakna. Math Didactic, 2(3), 181–190. https://doi.org/10.33654/math.v2i3.47
Iis Holisin. (2007). Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Didaktis, 3(3), 1–68. http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/didaktis/article/viewFile/255/199
Nasional, U. S. P. (1982). Introduction and Aim of the Study. Acta Pædiatrica, 71, 6–6. https://doi.org/10.1111/j.1651-2227.1982.tb08455.x
Suhartoyo, E., Wailissa, S. A., Jalarwati, S., Samsia, S., Wati, S., Qomariah, N., Dayanti, E., Maulani, I., Mukhlish, I., Rizki Azhari, M. H., Muhammad Isa, H., & Maulana Amin, I. (2020). Pembelajaran Kontekstual Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(3), 161. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i3.6588Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 sri hartatik, nafiah nafiah, pance mariati, Siti maghfirotun amin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









Download