(2) * Fathul Hamdani
(3) Arda Yomi
(4) Muh. Ainul Maulana M
(5) Roni Satriawan
(6) Zampara Mernissi
*corresponding author
AbstractKemajuan globalisasi juga memberikan pengaruh terhadap gaya komunikasi anak muda, khususnya dalam berbahasa. Saat ini bahasa gaul sudah bergerak menjadi trend di kalangan anak muda dan menyebabkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia semakin menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya menggunakan bahasa sehat (Bahasa Indonesia) dan upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penulisan artikel ini mengaplikasikan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan konseptual. Hasil penelitian mengetengahkan bahwa penggunaan bahasa sehat (Bahasa Indonesia) sangat penting, sebab bahasa merupakan identitas suatu bangsa. Di samping itu, pentingnya meningkatkan penggunaan Bahasa Indonesia juga didasarkan oleh beberapa hal, yakni agar eksistensi Bahasa Indonesia tidak terancam oleh bahasa gaul, agar derajat Bahasa Indonesia tidak menurun, dan agar Bahasa Indonesia tidak punah. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan bahasa sehat (Bahasa Indonesia) adalah melalui program integrasi kurikulum pada institusi pendidikan, yang dilakukan melalui kontribusi generasi muda khususnya Duta Bahasa. Di dalam program ini, akan terbagi menjadi strategi yang berfokus pada dua mekanisme yaitu, integrasi pada kurikulum sekolah dan program linguistik yang dikolaborasikan bersamaan dengan program kampus merdeka.
KeywordsBahasa Indonesia; Dekadensi Bahasa; Bahasa Gaul; Kampus Merdeka
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.2022289 |
Article metricsRead: 1632 | Download: 1379 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Akmaluddin. (2016). Problematika Bahasa Indonesia Kekinian: Sebuah Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Ragam Tulisan. Jurnal Mabasan, 10(2).
Aspari M. (2014). Eksistensi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Perkembangannya di Era Globalisasi. Jurnal IAIN Mataram, 9(18).
Aulia, F. T., dan Gumilar, S. I. 2021. Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia: Untuk SMA/SMK Kelas X. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemenristekdikti. Jakarta.
Azizah, A. F. (2019). Penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja. Jurnal Skripta: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 5(2).
Budiwiyanto, B. (2022). Kontribusi Kosakata Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia. Diakses dari https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/792/kontribusi-kosakata-bahasa-daerah-dalam-bahasa-indonesia.
Chaer, A. 2010. Kesantunan Berbahasa Indonesia. Rineka Cipta. Jakarta.
Ethnologue. Languages of the World, “What Are the Top 200 Most Spoken Languages?”. Diakses dari https://www.ethnologue.com/guides/ethnologue200.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Definisi Bahasa. Diakses dari https://kbbi.web.id/bahasa.
Lauder, M. R. M. T., Yuwono, U., Kushartanti. 2005. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Putri R. A. (2014). Menumbuhkan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Pendidikan dan Pengajaran. Jurnal Paradigma Institut, 1(1).
Retnoningsih, S. A. 2022. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Widya Karya. Semarang.
Sneddon, J. N. 2003. The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society. UNSW Press. Sydney.
Swandy, E. (2017). Bahasa Gaul Remaja dalam Media Sosial Facebook. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 1(4).Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Ana Fauzia, Fathul Hamdani, Arda Yomi, Muh. Ainul Maulana M, Roni Satriawan, Zampara Mernissi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









Download