Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Remaja Putri di Desa Keliling Benteng Ilir [Health Education on Female Adolescent Reproductive Organs in Keliling Benteng Ilir Village]

(1) * Suryati Suryati Mail (Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia)
(2) Siti Maria Ulfa Mail (Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia)
(3) Fika Aulia Mail (Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia)
(4) Norsyifa Norsyifa Mail (Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood characterized by physical, psychological, and social changes. One of the most important aspects of this phase is the development of the reproductive system. A lack of adequate knowledge and appropriate attitudes toward reproductive health can lead to various problems, such as sexually transmitted infections, unintended pregnancies, and other health disorders resulting from unhealthy behaviors. This community service activity aimed to enhance adolescent girls’ knowledge and awareness of the importance of maintaining reproductive organ health. The activity was carried out in Keliling Benteng Ilir Village on October 5, 2025, as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education in the field of community service. The target participants were 15 adolescent girls aged 12–18 years, selected through a purposive sampling technique. The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage involved interactive lectures, group discussions, and educational video screenings, supported by leaflets and posters as learning media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure the participants’ improvement in knowledge. The results showed a significant increase in participants’ knowledge regarding the anatomy of the reproductive organs, personal hygiene during menstruation, and the prevention of reproductive tract infections. This program successfully improved adolescents’ awareness and positive attitudes toward maintaining reproductive health and is expected to be sustainably implemented in other areas.

 

Abstrak. Remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, psikis, dan sosial. Salah satu aspek penting pada fase ini adalah perkembangan sistem reproduksi. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat terhadap kesehatan reproduksi dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti infeksi menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta gangguan kesehatan akibat perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Keliling Benteng Ilir pada tanggal 5 Oktober 2025 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan adalah 15 remaja putri berusia 12–18 tahun yang dipilih secara purposive. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pemutaran video edukatif dengan bantuan media leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta mengenai anatomi organ reproduksi, kebersihan diri saat menstruasi, serta pencegahan infeksi saluran reproduksi. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan sikap positif remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah lain.

Keywords


Remaja Putri; Kesehatan Reproduksi; Edukasi Kesehatan

   

DOI

https://doi.org/10.47679/ib.20261358
      

Article metrics

Read: 146 | Download: 106

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Alfi, N. R. (2022). Gambaran perilaku personal hygiene pada remaja saat menstruasi di masa new normal di Kota Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 7(2), 61–72.

Amelia, R., & Delfita, N. (2023). Penyuluhan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Wanita di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Solok. IJETCE: International Journal of Education, Technology, and Communication Engineering, 1(2), 53–58. https://doi.org/10.71383/ijetce.v1i2.75

Fadilasani, R., Sugito, H., & Purnamasari, D. (2023). Pengetahuan tentang menstruasi membentuk sikap positif personal hygiene remaja putri. Womb Midwifery Journal, 2(1), 16–22.

Handayani, A., Latip, A., Kusumaningtyas, K., Maharrani, T., Husni, E., & Pramudianti, D. N. (2024). Efektifitas Metode Ceramah Dan Small Group Discussion tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Remaja. Gema Bidan Indonesia, 13(1), 34–42. https://doi.org/10.36568/gebindo.v13i1.214

Izzani, T. A., Octaria, S., & Linda, L. (2024). Perkembangan masa remaja. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan dan Humaniora, 3(2), 259–273.

Jumhati, S., Chairy, A., & Chadaryanti, D. (2025). The Effect of Peer Group Education on Adolescent Girls’ Knowledge and Attitude Towards Reproductive Health and Unwanted Pregnancy Prevention. Jurnal Pemberdayaan Komunitas MH Thamrin, 7(1), 198–208. https://doi.org/10.37012/jpkmht.v7i1.2665

Raihani. (2024). Gambaran pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual di wilayah Kelurahan Kota Wetan, Garut Kota. Malahayati Nursing Journal. https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/manuju/article/view/17396

Sari, D. P., Fitriani, Y., Oktavia, M., & Sasera, Y. (2025). Masalah kesehatan reproduksi pada remaja. Catha: Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif, 2(3), 1–9.

Susanti, N. F., Octaliana, H., & Listya, E. P. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi orang tua-remaja dalam isu kesehatan seksual dan reproduksi: Tinjauan literatur sistematis. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 20(1), 180–191.

Tarigan, A. P. (2019). Efektivitas Metode Ceramah dan Diskusi Kelompok terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja di Yayasan Pendidikan Harapan Mekar Medan. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Medan (PANNMED), 10(2), 250–258. https://doi.org/10.36911/PANNMED.V10I2.312

Texeira, G. J., Owa, M. G., Blegur, L., Yanto, Y. U., Guterres, D. M., & Correia, H. (2024). Effectiveness of Interactive Education in Improving Knowledge About Reproductive Health at Eskola Secundaria Geral 1912 Dom Boaventura and Colegio Sáo Miguel Arcanjo. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 4(3), 274–288. https://doi.org/10.58545/jkki.v4i3.441

World Health Organization. (2024, November 1). Transforming adolescent health: WHO’s comprehensive report on global progress and gaps. World Health Organization.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Suryati Suryati, Siti Maria Ulfa, Fika Aulia, Norsyifa Norsyifa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indonesia Berdaya Published By 
Utan Kayu Publishing
 
Lucky Arya Residence 2 No.18.
Jalan HOS. Cokroaminoto Kabupaten Pringsewu
Lampung-Indonesia 35373