Edukasi Dagusibu (Dapatkan Gunakan Simpan Buang Obat) Untuk Generasi Sehat Pada Remaja Di SMK Bina Banua Banjarmasin (Dagusibu Education (Get Use Save Dispose of Medicine) for a Healthy Generation in Adolescents at SMK Bina Banua Banjarmasin)

(1) Darini Kurniawati Mail (Universitas Sari Mulia, Indonesia)
(2) * Maulida Nur’afa Mail (Universitas Sari Mulia, Indonesia)
(3) Maisya Mahpujah Mail (Universitas Sari Mulia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pengetahuan mengenai obat merupakan suatu hal yang mestinya dimiliki oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pengobatan mandiri yang dilakukan masyarakat yang memiliki risiko terjadi kesalahan dalam penggunaan obat, penyimpanan, sampai cara membuang obat yang tidak sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. DAGUSIBU merupakan sebuah program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang dilakukan tenaga kefarmasian. Kegiatan edukasi ini berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2024 di SMK Bina Bangsa Banjarmasin. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat) yang meliputi bagaimana cara mendapatkan obat yang benar, aturan penggunaan, penyimpanan yang tepat, serta tata cara membuang obat yang tidak lagi digunakan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa penyuluhan dan praktik. Peserta kegiatan yaitu siswa/i anggota PMR berjumlah 24 orang beserta guru pembimbing PMR. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa tentang pengelolaan obat yang aman dan tepat sesuai dengan konsep DAGUSIBU. Kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta sebesar 25,29%.

Abstract. Knowledge about drugs is something that society should have. This is caused by the increase in self-medication carried out by the community which carries the risk of errors in drug use, storage, and even how to dispose of drugs that do not comply with the instructions that have been set. DAGUSIBU is a program to improve public health through health services provided by pharmaceutical personnel. This educational activity took place on August 31 2024 at Bina Bangsa Vocational School, Banjarmasin. This program aims to increase students' understanding of the concept of DAGUSIBU (Get, Use, Store, Dispose of Medicines) which includes how to get the right medicines, rules for use, proper storage, and procedures for disposing of medicines that are no longer used. The methods used in this activity are counseling and practice. The activity participants were 24 PMR student members along with PMR supervising teachers. This activity is designed to provide students with understanding and skills regarding safe and appropriate medication management in accordance with the DAGUSIBU concept. This educational activity succeeded in increasing students' understanding of how to obtain, use, store and dispose of medicines correctly. Based on the results of the pretest and posttest, there was a significant increase in participants' understanding of 25.29%


Keywords


Edukasi; DAGUSIBU; Obat

   

DOI

https://doi.org/10.47679/ib.20251030
      

Article metrics

Read: 247 | Download: 307

   

Cite

   

Full Text

Download

References


BPOM. (2015). Materi Edukasi Tentang Peduli Obat dan Pangan Aman.Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Depkes RI. (2008). Materi Pelatihan Peningkatan pengetahuan Dan Keterampilan memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan RI.

Depkes RI. (2009). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.

Departemen Kesehatan RI. IAI. (2014). Pedoman Pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat. Ikatan Apoteker Indonesia.

Eka Yulli Kartika1, A. D. (2023). Penyuluhan DAGUSIBU Obat Sebagai Upaya Peningkatan PengetahuanMasyarakat di Desa Kutakarang –Cibitung,Kabupaten Pandeglang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 1050-1057

Kurniawansyah, I. S. (2018). Pelatihan Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Memilih Obat Mata Bagi Tenaga Kesehatan Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor. Dharmakarya, 7(4), 265–268. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v7i4.19693

La Ode Muhammad Andi Zulbayu, Nasir, N. H., Awaliyah, N. H., & Juliansyah, R. (2021). Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Mandala, 2(2).

Lutfiyati, H., Yuliastuti, F., & Dianita, P. S. (2017). Pemberdayaan Kader PKK dalam Penerapan Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Baik dan Benar di Desa Pucanganom, Srumbung, Magelang.URECOL,9–14. https://journal.unimma.ac.id/index.php/urecol/article/view/1562

Pujiastuti, A., & Kristiani, M. (2019). Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan benar pada guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. Indonesian Journal of Community Services, 1(1), 62–72. https://doi.org/10.30659/IJOCS.1.1.62-72

RISKESDAS. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Darini Kurniawati, Maulida Nur’afa, Maisya Mahpujah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indonesia Berdaya Published By 
Utan Kayu Publishing
 
Lucky Arya Residence 2 No.18.
Jalan HOS. Cokroaminoto Kabupaten Pringsewu
Lampung-Indonesia 35373