(2) Mia Audina
(3) Yusuf Anggoro Mukti
*corresponding author
AbstractDesa Sungai Jelai merupakan suatu desa yang terletak di Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut. Di balik keindahan alamnya, desa ini memiliki data kualitas kesehatan masyarakat yang rendah ditandai dengan terjadinya beberapa kematian masyarakat yang diakibatkan penyakit degeneratif dan menular. Salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya adalah dengan melaksanakan program kaderisasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama kurang lebih empat bulan dengan berbagai tahapan, antara lain survei dan koordinasi, pemberian edukasi dan pelatihan penanganan penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius, pemberian pelatihan inovasi teknologi serta pendampingan kader kesehatan dalam mengedukasi masyarakatnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader kesehatan Desa Sungai Jelai terkait penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius dan terjadi peningkatan kemampuan kader terhadap praktik penggunaan alat-alat pemeriksaan kesehatan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan kader terkait layanan home care dan telemedicine. Implementasi kegiatan ini diakhiri dengan pendampingan pelayanan kesehatan oleh kader kepada masyarakat dengan melaukan pengecekan kesehatan dan edukasi. Berdasarkan hasil kegiatan, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Sungai Jelai meningkat melalui adanya program kader kesehatan yang telah diedukasi dan diberi pelatihan terkait penanganan, pencegahan, dan deteksi dini penyakit-penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius. Abstract. Sungai Jelai Village is a village located in Tambang Ulang District, Tanah Laut Regency. Behind its natural beauty, this village has low public health quality data marked by several deaths caused by degenerative and infectious diseases. One effort to improve the quality of life and welfare of its people is to implement a health cadre program. This community service activity lasted for approximately four months with various stages, including surveys and coordination, providing education and training in handling degenerative, cardiovascular, and infectious diseases, providing technology innovation training and mentoring health cadres in educating their community. The results of the activity showed a significant increase in the knowledge of Sungai Jelai Village health cadres regarding degenerative, cardiovascular, and infectious diseases and an increase in the cadres' ability to practice using health examination tools. In addition, there was an increase in the cadres' knowledge regarding home care and telemedicine services. The implementation of this activity ended with mentoring of health services by cadres to the community by conducting health checks and education. Based on the results of the activities, it is expected that the quality of public health in Sungai Jelai Village will increase through the existence of a health cadre program that has been educated and given training related to the handling, prevention, and early detection of degenerative, cardiovascular, and infectious diseases. KeywordsDesa Sungai Jelai; Edukasi Kesehatan; Kader Kesehatan; Pendampingan Kesehatan; Penyakit Degeneratif; Penyakit Infeksius
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.2025973 |
Article metricsRead: 303 | Download: 154 |
Cite |
Full Text Download
|
References
BPK, R. (2011). Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Laut Tahun 2011 Nomor 8.
Fatimah, S., & Indrawati, F. (2019). Faktor Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94.
Febsi, Y., Surani, D., Hasbi, R. M., Ningsih, R., & Mardayanti, S. (2023). Pentingnya Pola Hidup Sehat Guna Meningkatkan Kualitas Hidup Pada Masyarakat Desa Sukawana. 1(1), 341–345. https://doi.org/10.46306/seumpama.v1i1.42
Gobel, L. Van. (2016). Pemanfaatan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Di Desa Sukma Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Adminsitrasi Dan Pelayanan Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bina Taruna Gorontalo, VII(1), 58–64.
Jabriani, S.N., Ahri, R.A., & Bur, N. (2022). Pengkajian Home Care Dalam Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Antara Kota Makassar. Wind. Public Heal. J., vol. 3, no. 5, pp. 999– 1004, 2022, doi: 10.33096/woph.v3i5.434
Kementerian Kesehatan RI. (2023). "Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer Memperkuat Peran Kader Kesehatan.".
Lailani, F. K., Yuliana, Y., & Yulastri, A. (2022). Literature Riview : Masalah Terkait Malnutrisi: Penyebab, Akibat, dan Penanggulangannya. JGK: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 2(2), 129–138. https://doi.org/10.36086/jgk.v2i2.1503
Lalla, N. S. (2022). Layanan Home Care sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan. Abdimas Polsaka, 1(2), 45–49. https://doi.org/10.35816/abdimaspolsaka.v1i2.16
Lubis, Z.I. (2021). Analisis Kualitatif Penggunaan Telemedicine sebagai Solusi Pelayanan Kesehatan di Indonesia pada Masa Pandemik COVID-19. Physiother. Heal. Sci., Vol. 2, no. 2, pp. 76–82, 2021, doi: 10.22219/physiohs.v2i2.15148
Pratama, C. (2022). Telemedicine, No. October 2022.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Setia Budi, Mia Audina, Yusuf Anggoro Mukti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








Download