(2) Rully Nurhasan Ramadani
(3) Andrieanto Nurrochman
(4) Ahmad Razali Hakim
(5) Hevi Rosdiana
*corresponding author
AbstractKebutuhan akan air bersih di pondok – pondok pesantren tentunya lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah pada umumnya, mengingat para santri dan perangkat sekolah lainnya selama 24 jam tinggal di area pesantren, sehingga membutuhkan air dalam jumlah besar diantaranya untuk keperluan minum, mandi, mencuci, ibadah, dan sebagainya. Salah satu alternatif penyediaan air bersih yang dapat diterapkan secara komunal dan skala lokal adalah melalui pemanenan air hujan (rainwater harvesting). Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri, pengurus Yayasan, dan pengajar mengenai pemanenan air hujan sebagai bentuk pengabdian masyarakat Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung. Metode yang diterapkan dalam mewujudkan teknologi pemanenan air hujan sebagai salah satu kegiatan yang mendukung Green Pesantren antara lain tahap pendekatan dan penyamaan persepsi, persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, serta pengendalian dan evaluasi. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dari santri, pengajar, dan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Mahaqu. Peningkatan ini dapat menjadi bekal untuk menyediakan air bersih untuk aktivitas di Pesantren Madani Cahaya Qur’an. Keywordsair hujan; air bersih; lingkungan; pesantren hijau; pemanenan air hujan
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.2022330 |
Article metricsRead: 879 | Download: 742 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Anchan S. & Prasad, S. (2021). Feasibility of roof top rainwater harvesting potential - A case study of South Indian University. Journal of Cleaner Engineering and Technology 4(2021) 100206 https://doi.org/10.1016/j.clet.2021.100206
Che Ani, A.I., Shaari, N., Sairi, A., Zain, M.F.M, Tahir, M.M. (2009). Rainwater Harvesting as an Alternative Water Supply in the Future. European Journal of Scientific Research, Vol. 34 No. 1 (2009), pp.132-140.
Lestari, F., Susanto, T. Kastamto. (2021). Pemanenan Air Hujan sebagai Penyediaan Air Bersih pada Era New Normal di Kelurahan Susunan Baru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Vol. 4, No. 2, April 2021.
Malik, Y.S., Suprayogi, I. dan Asmura, J. (2016). Kajian Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Pemenuhan Air Baku di Kecamatan Bengkalis. JOM F. Teknik Volume 3, No. 2 Oktober 2016.
Prianto, E., Sujono, B., Dwiyanto, A. (2017). Aplikasi Rancangan Green Pesantren di Semarang. Riptek Vol. II, No. 1, Tahun 2017, Hal 81 – 98.
Rahman, S., Khan, M.T.R., Akib, S., Bin Che Din, N., Biswas, S.K., Shirazi, S.M. (2014). Sustainability of Rainwater Harvesting System in terms of Water Quality. Hindawi Publishing Corporation, The Scientific Journal, Vol. 2014, article ID 721357.
Republik Indonesia (2019). Undang – Undang No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.
Republik Indonesia (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Stec, A., Kordana, S., 2015. Analysis of portability of rainwater harvesting, gray water recycling and drain water heat recovery systems. Resour. Conserv. Recycl. 105, 84–94.
Silvia, C.S. dan Safriani, M. (2018). Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan dengan TEknologi Rainwater Harvesting untuk Kebutuhan Domestik. Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Vol. 4 NO. 1 April 2018, pp. 62 – 73.Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Eka Adhitya Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









Download