Partisipasi Masyarakat Desa Suru, Kabupaten Mojokerto dalam Bisnis Ramah Lingkungan Melalui Program Mangunsae

(1) Eva Putriya Hasanah Mail (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia)
(2) * Rizki Rahmadini Nurika Mail (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Isu kerusakan lingkungan kini tidak dapat diabaikan lagi. Sejumlah bencana alam yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seperti banjir dan tsunami, merupakan bukti nyata bahwa kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh umat manusia, pada akhirnya kembali membawa kerugian pada manusia itu sendiri. Sehingga, kelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Tulisan ini memberikan gambaran tentang partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan karena dapat menghasilkan profit, yaitu melalui program Mangunsae. Pencetusan program ini didasari pada pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kerusakan lingkungan, khususnya terkait perubahan iklim. Program Mangunsae dicetuskan dengan mengusung konsep social enterprise dan sustainable fashion, yaitu dua konsep yang memuat tentang konsep komunitas yang tidak hanya berorientasi pada profit tetapi juga manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Bentuk kegiatan dalam program ini adalah dengan mendaur ulang baju bekas menjadi produk-produk yang kreatif dan layak jual oleh penjahit rumahan di desa Suru, kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, kemudian mengkolaborasikannya dengan keterampilan yang lain seperti melukis. Produk-produk yang dihasilkan terdiri dari beraneka ragam bentuk, di antaranya adalah totebagclutchbagslingbag, tas lukis, tas laptop, ikat rambut, dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut kemudian dijual kepada masyarakat umum baik secara online maupun offline. Langkah ini diharapkan dapat menjadi upaya mempromosikan kepada masyarakat bahwa sampah dapat menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis sekaligus bersaing dengan produk-produk lain yang justru dapat menimbulkan sampah baru.

Keywords


Lingkungan; Masyarakat; Mangunsae; Mojokerto

   

DOI

https://doi.org/10.47679/ib.2022176
      

Article metrics

Read: 2140 | Download: 546

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Choi, T. M., & Luo, S. (2019). Data quality challenges for sustainable fashion supply chain operations in emerging markets: Roles of blockchain, government sponsors and environment taxes. Transportation Research Part E: Logistics and Transportation Review, (131), 139–152. Retrieved from https://doi.org/10.1016/j.tre.2019.09.019

Defourny, J., & Nyssens, M. (2006). Social Enterprise. In Routledge Studies in the Management of Voluntary and Non-Profit Organizations. New York: Routledge.

Efendi, D. (2021). Mencari Ekologi Pembebasan di Muhammadiyah. Retrieved March 8, 2021, from http://kaderhijaumu.id/mencari-ekologi-pembebasan-di-muhammadiyah/

Gatra, M. (2020). Ekonomi Ramah Lingkungan, Suburkan Investasi, Tren Global. Retrieved March 8, 2021, from https://www.gatra.com/detail/news/492019/ekonomi/ekonomi-ramah-lingkungan-suburkan-investasi-tren-global

Indonesia, Z. (2019). TukarBaju, Sebuah Ethical Fashion Sebagai Solusi Limbah Tekstil di Indonesia. Retrieved August 2, 2021, from http://zerowaste.id/zero-waste-event/tukar-baju-sebuah-ethical-fashion-sebagai-solusi-limbah-tekstil-di-indonesia

Kompas. (2020). Indonesia Hasilkan 64 Juta Ton Sampah, Bisakah Kapasitas Pengelolaan Tercapai Tahun 2025? Retrieved August 1, 2021, from http://www.kompas.com/sains/read/2020/12/18/070200023/indonesia-hasilkan-64-juta-ton-sampah-bisakah-kapasitas-pengelolaan?page=all#page3

Made, D., & Rahmi, F. Kajian Desain Zerowaste Daniel Sebagai Produk Sustainable Fashion (2020).

Mukherjee, S. (2015). Environment and Social Impact of Fashion : Towards an Eco-Friendly Ethical Fashion. International Journal of Interdiciplinary and Multidiciplinary Studies, 2(3), 22.

R, R. (2020). Kurangi Sampah Pakaian, Komunitas di Mojokerto Jual Baju Bekas Berkualitas. Retrieved August 3, 2021, from http://www.mongabay.co.id/2020/05/18/kurangi-sampah-pakaian-komunitas-di-mojokerto-jual-baju-bekas-berkualitas/

Republika. (2020). Limbah Tekstil Dominasi Tumpukan Sampah di Laut. Retrieved August 3, 2021, from http://www.republika.co.id/berita/qf7scv463/limbah-tektil-dominasi-tumpukan-sampah-di-laut

Todeschini, B. V., Cortimiglia, M. N., & de Medeiros, J. F. (2020). Collaboration practices in the fashion industry: Environmentally sustainable innovations in the value chain. Environmental Science and Policy, (106), 1–11. Retrieved from https://doi.org/10.1016/j.envsci.2020.01.003

Utami, S. F. (2019). Yang Perlu Kamu Ketahui Mengenai Climate Change. Retrieved August 1, 2021, from http://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/yang-perlu-diketahui-mengenai-climate-change/

Wahyono. (2020). Inilah 10 Negara Terbaik Pendaur Ulang Sampah. Retrieved August 1, 2021, from http://international.sindonews.com/read/28828/45/inilah-10-negara-terbaik-pendaur-ulang-sampah

Woodside, A. G., & Fine, M. B. (2019). Sustainable fashion themes in luxury brand storytelling: The sustainability fashion research grid. Journal of Global Fashion Marketing, 10(2), 111–128. Retrieved from https://doi.org/10.1080/20932685.2019.1573699

Yusnindya, D., & Suhartini, R. (2018). Upcycle Busana Casual Sebagai Pemanfaatan Pakaian Bekas. E-Journal, 07(01), 12–22.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Editorial Office Indonesia Berdaya, Eva Putriya Hasanah, Rizki Rahmadini Nurika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indonesia Berdaya Published By 
Utan Kayu Publishing
 
Lucky Arya Residence 2 No.18.
Jalan HOS. Cokroaminoto Kabupaten Pringsewu
Lampung-Indonesia 35373