Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat [Empowering Cadres in Early Detection of Non-Communicable Diseases in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok]

(1) * Mardiatun Mardiatun Mail (Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia)
(2) Sri Puja Warnis Wijayanti Mail (Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia)
(3) Ely Mawaddah Mail (Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia)
(4) Aan Dwi Sentana Mail (Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia)
(5) Irwan Hadi Mail (Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Abstract. Non-communicable diseases (NCDs) are a global health problem with high morbidity and mortality rates, especially in developing countries. One of the government’s efforts to reduce NCD rates is through the establishment of Integrated Counseling Posts (Posbindu) for NCDs, which involve health cadres in the early detection of risk factors. However, cadres' skills in anthropometric and blood pressure examinations remain limited due to a lack of training. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in early detection of NCDs in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok. The implementation methods included lectures, discussions, and demonstrations of anthropometric examinations (body weight, height, body mass index, waist circumference) and blood pressure measurements using a booklet as a media tool. The activity involved 30 health cadres from 11 villages, with 2-3 cadres representing each village. The results showed that before the training, most cadres had never received assistance related to early detection of NCDs. After counseling and demonstrations, all cadres were able to perform blood pressure and anthropometric examinations according to SOPs, calculate BMI, and record examination results on forms. Cadres’ skills improved along with high enthusiasm and direct assistance from the service team. In conclusion, education and demonstration-based training effectively increased cadres’ capacity in early detection of NCDs, thereby strengthening prevention and control efforts at the community level.

 

Abstrak. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka PTM adalah melalui pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang melibatkan kader kesehatan dalam deteksi dini faktor risiko. Namun, keterampilan kader dalam pemeriksaan antropometri dan tekanan darah masih terbatas akibat minimnya pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini PTM di Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut) serta pengukuran tekanan darah dengan menggunakan media booklet. Peserta kegiatan berjumlah 30 kader kesehatan dari 11 desa dengan perwakilan 2-3 kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar kader belum pernah mendapatkan pendampingan terkait deteksi dini PTM. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi, seluruh kader mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan antropometri sesuai SOP, menghitung IMT, serta mencatat hasil pemeriksaan pada formulir. Keterampilan kader meningkat seiring dengan tingginya antusiasme dan pendampingan langsung oleh tim pengabdian. Kesimpulannya, pelatihan berbasis edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM, sehingga dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian PTM di tingkat komunitas.


Keywords


penyakit tidak menular; kader kesehatan; deteksi dini; antropometri; hipertensi

   

DOI

https://doi.org/10.47679/ib.20261318
      

Article metrics

Read: 165 | Download: 128

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Candra, A., Probosari, E., Puruhita, N., & Ardiaria, M. (2021). Pelatihan Pengukuran Antropometri Dan Sosialisasi Pesan Gizi Seimbang Untuk Kader Pos Pelayanan Terpadu/Posyandu. JNH (Journal of Nutrition and Health), 9(1), 31-38.

Dinas Kesehatan (2022) Profil Kesehatan Provinsi NTB 2021

Dinas Kesehatan. Profil Kesehatan Provinsi NTB 2022

Kementrian Kesehatan RI, 2019, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019, Jakarta, Kementrian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS 2018).

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2020. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://doi.org/v]https://pusdatin.kemkes.go. id/resources/download/pusdatin/profil- kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan- Indonesia-Tahun-2020.pdf

Kemenkes, 2021 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Posyandu Lanjut Usia dan Posbindu PTM Terintegrasi.— Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.2021 Kemenkes RI

Kemenkes. (2019). Buku pedoman manajemen penyakit tidak menular (p. 2)

Kurniawan, R. E., Makrifatullah, N. A., Rosar, N., Triana, Y., & Kunci, K. (2022). Gambaran Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Di Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai Pekanbaru Menggunakan Pendekatan Stepwise Who. Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia, 2(1), 163–173.

Nirva R, Dewi Nurviana S (2025) Penguatan Kader Posbindu Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (Ptm) Pada Masyarakat, Jurna Gemakes vol 5 No. 1 tahun2025 hal 14-20

Novita, L. (2022). Pemberdayaan Kader Ptm Dalam Pengolahan Makanan Berbasis Pangan Lokal Sebagai Upaya Penanggulangan Penyakit Diabetes Melitus Di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health, 1(3), 70-75.

Sungkar, S., Winita, R., Kurniawan, A. 2010. Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat dan kepadatan Aedes aegypti di kecamatan Bayah, Provinsi Banten. MAKARA, KESEHATAN, VOL. 14, NO. 2, DESEMBER 2010: 81-85

Siswati, T., Kasjono, H. S., & Olfah, Y. (2021). Pengembangan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Institusi sebagai Upaya untuk Mewujudkan Usia Produktif yang Sehat di Yogyakarta. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 80–88.

WHO. World Health Statistics: 2018. Geneva; 2018.

Wijaya, I. M. 2013. Pengetahuan, sikap, dan motivasi terhadap keaktifan kader dalam pengendalian tuberkulosis. Kemas 8(2) (2013): 137-144.

Yani, D. I., Hidayat, R. A., & Sari, C. W. M. (2018). Gambaran Pelaksanaan Peran Kader Tuberkulosis pada Program DOTS di Kecamatan Bandung Kulon. Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal), 4(2), 58-67.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Mardiatun Mardiatun, Sri Puja Warnis Wijayanti, Ely Mawaddah, Aan Dwi Sentana, Irwan Hadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indonesia Berdaya Published By 
Utan Kayu Publishing
 
Lucky Arya Residence 2 No.18.
Jalan HOS. Cokroaminoto Kabupaten Pringsewu
Lampung-Indonesia 35373