Hubungan Dukungan Suami Dengan Motivasi Ibu Dalam Memberikan ASI Eksklusif di Pekon Tegalsari Wilayah Kerja Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Lampung
Abstract
PENDAHULUAN
Tahun 2015 Millenium Development Goals (MDG’s), Indonesia menargetkan penurunan sebesar dua pertiga untuk angka kematian bayi dan Balita dalam kurun waktu 1990-2015. Oleh sebab itu, Indonesia mempunyai komitmen untuk menurunkan angka kematian bayi dari 68/1000 Kelahiran Hidup (KH) menjadi 23/1000 KH dan angka kematian Balita dari 97/1000 KH menjadi 32/1000 KH pada tahun 2015. Untuk menghadapi tantangan dan target MDGs, maka diperlukan adanya salah satu program yaitu program Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Menurut Global Strategy on Infant and Young Child Feeding, pemberian makanan yang tepat adalah menyusui bayi sesegera mungkin setelah lahir, memberikan ASI eksklusif sampai umur 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI yang tepat dan adekuat sejak usia 6 bulan, dan melanjutkan pemberian ASI sampai umur 2 tahun atau lebih.
Pemberian ASI ekslusif selama enam bulan menurun dari 42,2% menjadi 39,5%, sedangkan penggunaan susu formula meningkat tiga kali lipat menjadi 32,5% (Nuryati, 2008). Survei demografi kesehatan Indonesia pada 2002 menunjukkan pemberian ASI pada bayi satu jam setelah kelahiran menurun dari 8% menjadi 3,7%. Tahun 2007 UNICEF menyatakan 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta kematian anak balita di dunia tiap tahun bisa dicegah melalui pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan sejak kelahirannya. Akan tetapi tingkat kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI kepada bayinya masih sangat memprihatinkan. Pemberian ASI eksklusif atau menyusui eksklusif sampai bayi umur 6 bulan sangat menguntungkan karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit penyebab kematian bayi.
Siregar (2004), menyatakan bahwa ada berbagai faktor yang membuat ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya. Faktor-faktor tersebut adalah perubahan sosial budaya, faktor psikologis, takut kehilangan daya tarik sebagai wanita, fakor fisik ibu, kurangnya penyuluhan dari petugas kesehatan, meningkatnya promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI, dan faktor pengelolaan di ruang bersalin. Dan faktor yang paling berpengaruh menurutnya adalah faktor psikologis. Pendapat lain dinyatakan oleh Rohani (2008), melalui penelitiannya bahwa dukungan kepada ibu menjadi satu faktor penting yang juga mempengaruhi ibu memberikan ASI eksklusif. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal antara lain tingkat pengetahuan suami tentang ASI eksklusif dan dukungan suami bagi ibu menyusui.
Suami merupakan kepala keluarga dan keluarga inti serta orang yang paling dekat dengan ibu. Tetapi pada kenyataannya, seperti yang dinyatakan oleh Roesli (2006), bahwa masih populer pendapat yang mengatakan bahwa menyusui hanya urusan ibu saja, tidak ada kaitannya dengan ayah. Pendapat lain juga ditambahkan oleh Paramita (2008), bahwa dukungan ayah dalam praktek pemberian ASI masih minim, salah satunya karena secara kultural ada pembagian peran, dimana ayah berperan sebagai pencari nafkah dan urusan rumah tangga semuanya diurusi oleh istri. Sedangkan menurut Tohotoa, (2009) peran suami dan dukungan emosional dalam praktek menyusui adalah komponen utama dalam keberhasilan proses menyusui, meningkatkan kepercayaan diri ibu dan kemampuan ibu dalam menjaga keadekuatan suplai ASI.
Tahun 2011 persentase ASI eksklusif bayi 0-6 bulan berdasarkan pemegang program ASI EKslusif di Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu mencapai 52,55% dengan standar pencapaian maksimum 70%. Ambarawa 74,53%, Adiluwih 73,63%, Wates 66,03%, Banyumas 63,68%, Pardasuka 56,91%, Bumiratu 56,33%, Gadingrejo 52,28%, Pagelaran 46,04%, Sukoharjo 41,17%, Pringsewu 34,57%. Sedangkan tahun 2012 Kabupaten Pringsewu menurunkan standar pencapaian maksimum menjadi 60%, dan hasil persentase ASI eksklusif bayi 0-6 bulan mencapai 55,68%. Dengan masing-masing hasil Adiluwih 70,47%, Wates 67,03%, Banyumas 64,74%, Pagelaran 64,47%, Pringsewu 58,63%, Ambarawa 52,24%, Bumiratu 49,98%, Sukoharjo 49,48%, Gadingrejo 46,69%, Pardasuka 41,81% (Dinkes Pringsewu, 2012).
METODE PENELITIAN
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional yaitu suatu metode penelitian yang pada waktu pengukuran atau observasi data variabel bebas dan terikat dinilai secara simultan pada satu saat tanpa ada follow up (Nursalam, 2008).
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita di Pekon Tegalsari wilayah kerja Puskesmas Gadingrejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Estimasi populasi ibu balita pada tahun 2013 di tempat penelitian dengan jumlah 190 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan cara purposive sampling yaitu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel di antara populasi sesuai dengan kriteria inklusi yang diperlukan oleh peneliti. Sampel yang menjadi responden dalam penelitian adalah ibu balita > 6 bulan sejumlah 129 responden.
HASIL PENELITIAN
| Variabel | Frekuensi | Presentase (%) |
| Usia | ||
| 20-29 | 95 | 73,64 |
| 30-39 | 33 | 25,58 |
| ≥40 | 1 | 0,78 |
| Total | 129 | 100 |
| Pendidikan | ||
| SD | 2 | 1,55 |
| SMP | 7 | 5,43 |
| SMA | 109 | 84,50 |
| Diploma/Sarjana | 11 | 8,53 |
| Total | 129 | 100 |
| Pekerjaan | ||
| Tidak bekerja | 84 | 65,12 |
| PNS | 3 | 2,33 |
| Wiraswasta | 23 | 17,83 |
| Pegawai swasta | 12 | 9,3 |
| Lain-lain | 7 | 5,43 |
| Total | 129 | 100 |
| Dukungan Suami | ||
| Baik | 93 | 72,1 |
| Kurang | 36 | 27,9 |
| Total | 129 | 100 |
| Motivasi Ibu | ||
| Baik | 110 | 85,3 |
| Kurang Baik | 19 | 14,77 |
| Total | 129 | 100 |
Berdasarkan table diatas didapatkan bahwa Sebagian besar ibu berada pada rentang usia 20 – 29 7ahun sebanyak 95 (73,64%). Mayoritas responden pendidikan terakhir SMA sebanyak 109 (84,50%), dengan status pekerjaan tidak bekerja sejumlah 84 (65,12%). Mayoritas dukungan suami baik dengan jumlah 93 (72,1%) dan Motivasi ibu dalam kategori baik sebanyak 110 (85,3%) .
| Variabel | Motivasi | Total | P Value | ||||
| Kurang baik | Baik | ||||||
| n | % | n | % | n | % | ||
| Dukungan Suami | 0,020 | ||||||
| Kurang baik | 10 | 7,7 | 26 | 20,2 | 36 | 27,9 | |
| Baik | 9 | 7,0 | 84 | 65,1 | 93 | 72,1 | |
| Jumlah | 19 | 14,7 | 110 | 85,3 | 129 | 100 | |
Berdasarkan table 2 diketahui bahwa nilai significancy untuk variabel dukungan suami menunjukkan angka 0,020. Oleh karena p<0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan antara dukungan suami dengan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif.
PEMBAHASAN
Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan suami dengan motivasi ibu dalam memberikan ASI ekslusif ini sesuai dengan pendapat Tohotoa (2009) yang mengemukakan bahwa sikap emosional dari ayah, praktek dan dukungan fisik diidentifikasi sebagai faktor penting untuk menunjang keberhasilan pemberian ASI. Sejalan dengan Chudasama, Patel dan Kavishwar (2009) yang melakukan studi di India bahwa peran ayah baik dari kalangan rendah maupun tinggi berhubungan positif untuk menyusui bayi secara eksklusif. Hasil ini akan lebih optimal jika suami dan keluarga terdekat ibu lainnya yaitu orangtua dan anggota keluarga lainnya ikut mendukung dan berperan aktif untuk bekerjasama menciptakan atmosfir yang baik sehingga ibu merasa didukung dan dibantu dalam melaksanakan tugas utamanya memberikan ASI eksklusif.
ASI memiliki berbagai manfaat untuk bayi dan dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik. Bayi yang diberi ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik, dan mengurangi kemungkinan obesitas, mengandung antibody, ASI mengandung komposisi yang tepat, mengurangi kejadian karies dentis, memberi rasa nyaman dan aman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu dan bayi terhindar dari alergi dan ASI meningkatkan kecerdasan bagi bayi (Yunitasari et al, 2020).
Pemberian ASI juga sangat bermanfaat untuk ibu diantaranya: aspek kontrasepsi, aspek kesehatan ibu, aspek penurunan berat badan dan aspek psikologis dimana ibu yang menyusui akan merasa bangga dan diperlukan, rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia. Serta manfaat bagi keluarga antara lain aspek ekonomi, aspek psikologis yang terwujud dalam kebahagiaan keluarga bertambah, karena kelahiran lebih jarang, sehingga suasana kejiwaan ibu baik dan dapat mendekatkan hubungan bayi dengan keluarga dan Aspek kemudahan karena menyusui sangat praktis, karena dapat diberikan dimana saja dan kapan saja (Yunitasari et al, 2020).
Dukungan suami sangat mempengaruhi dalam memotivasi istri dalam pemberian ASI eksklusif. Dukungan ini bisa berwujud perhatian, informasi, financial dan emosional. Pentingnya suami dalam mendukung ibu selama memberikan ASI-nya memunculkan istilah breastfeeding father atau suami menyusui. Jika ibu merasa didukung, dicintai, dan diperhatikan, maka akan muncul emosi positif yang akan meningkatkan produksi hormon oksitosin sehingga produksi ASI menjadi lancar (Roesli, 2006). Suami adalah orang terdekat ibu yang banyak berperan selama kehamilan, persalinan dan setelah bayi lahir, termasuk pemberian ASI. Dukungan suami yang diberikan dalam bentuk apapun, dapat mempengaruhi kondisi emosional ibu yang berdampak terhadap produksi ASI.
Pendapat diatas didukung oleh Nickerson et al (2012) yang menyatakan bahwa dukungan emosional dan dukungan praktis dari suami khususnya pada situasi yang tidak diharapkan muncul selama proses menyusui. Dan hal ini lebih bermanfaat dibandingkan dukungan dari teman sebaya atau dukungan adri professional kesehatan, konsultan laktasi dan pendidikan tentang menyusui.
KESIMPULAN
- Sebagian besar ibu menyusui di Pekon Tegalsari Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu memiliki dukungan suami yang baik yaitu sebanyak 93 responden dengan persentase 72,1 %.
- Motivasi Ibu dalam memberikan ASI eksklusif di Pekon Tegalsari Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 110 responden dengan persentase 85,3 %.
- Ada hubungan antara dukungan suami dengan motivasi ibu dalam memberikan ASI ekslusif di Pekon Tegalsari Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu
SARAN
Bagi Puskesmas Gadingrejo diharapkan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi ibu menyusui karena tenaga kesehatan mempunyai peran dalam keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Sebagai contoh melalui pemberian informasi-informasi yang terkait dengan ASI eksklusif melalui kegiatan penyuluhan di posyandu balita sehingga ibu yang menyusui lebih termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif.
DECLARATIONS
Funding Statement
The authors did not receive support from any organization for the submitted work and No funding was received to assist with the preparation of this manuscript.
Conflict of Interest Statement
This research has no significant conflict. All the authors listed in this article have no involvement with outside parties. All authors approve the research results for publication, and all sources of writing have been included in the references.
Authors Contributions
The first author is responsible for making research proposals, identifying the questionnaires used, making research explanations and approval sheets, analyzing data, making final research reports, searching for journals for publication, and making publication manuscripts. The second and third authors are tasked with collecting data and coding in excel from the data collection results.
Availability of data and materials
Data and materials from the research will be accessible to readers after contacting the author.
Copyright and Licenses
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
- Arantika M., & Fatimah (2019). Patologi Kehamilan Memahami Berbagai Penyakit & Komplokasi Kehamilan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
- Bestfy, A., & Alfriska, T., (2018). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang PemenuhanKebutuhan Nutrisi Masa Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Tahun 2017. Artikel Penelitian Volum Volume 01 Nomor 02 Oktober 2018 Halaman 99-106. https://stikeskjp-palopo.e-journal.id/JFK/article/view/3
- Dinkes Lampung. (2018). Profil kesehatan Lampung tahun 2018. dinkes.lampungprov.go.id. Lampung: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung (Diakess Pada tanggal 09 Januari 2021).
- Fina, F P, et Al. (2020). Hubungan Pendidikan Dan Pengetahuan Gizi Dengan Status Gizi Ibu Hamil Pada Keluarga Dengan Pendapatan Rendah Di Kota Bandar Lampung. Medula|Volume 8|Nomor 2|Februari 2019|225.
- http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/view/2292
- GLOBOCAN (2018). Incidence, Mortality, and Prevalence by Can cer Site
- Worldwide in 2018.
- http://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/900-
- world-fact-sheets.pdf. Diakses pada tanggal 27 November 2020.
- Kemenkes. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian. Kesehatan Indonesia.
- Kemenkes RI (2016). Pusat Data dan Informasi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Listyarinia, A., & Fatmawatia, Y. (2020). Edukasi Gizi Ibu Hamil Dengan Media Booklet Tentang Perilaku Pencegahan Balita Stunting di Wilayah Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.
- https://jpk.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/jpk/article/view/70
- Lupita, S., et Al. (2020). Gambaran Status Gizi Ibu Hamil Primigravida Dan Multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Garut. Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol. 6 No.2, Juli 2020: 121-131
- https://www.journal.stikep-ppnijabar.ac.id/index.php/jkk/article/view/173
- Maharani, E., & Aprilina, H. (2020). Pengaruh Pemberian Booklet ‘Piring Untuk Bumil’ Tentang Gizi Seimbang Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Trimester I. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. http://ejournal.stikesmuhgombang.ac.id
- M. Sopiyudin Dahlan. (2019). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Epidemiologi Indonesia
- Nadrah, et Al. (2021). Analisis Pengetahuan Dengan Sikap Tentang Kebutuhan Gizi Seimbang Pada Ibu Hamil Di Desa Klumpang Kampung Kab. Deli Serdang. MIRACLE JOURNAL ISSN Xxxx-Xxxx (Media Online) Vol 1, No 1, Januari 2021 Hal 14-20
- Napitupulu. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Dengan Kenaikan Berat Badan Pada Masa Kehamilan Di Klinik Roslena Medan Tahun 2019. Journal Of Midwifery Senior e-ISSN 2621-2627 Volume 3 Nomor 1: Agustus 2020.
- http://midwifery.jurnalsenior.com/index.php/ms/article/view/17
- Notoatmojo, S (2012). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
- Notoatmojo, S. (2018). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
- Paramashanti. (2019). Gizi Bagi Ibu Dan Anak. Yogyakarta: Pustaka Baru.
- Ratna, F W., et Al. (2019). Pendidikan Kesehatan Untuk Meningkatkan Gizi Ibu Hamil. Journal of Community Engagement in Health Vol.4 No.1. Mar 2021. Page.155-161 https://jceh.org/index.php/JCEH
- Resy H, et Al. (2021). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Pada Ibu Hamil. Jurnal Medika Hutama Vol 02 No 02, Januari 202. http://jurnalmedikahutama.com
- Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan Penelitian dan. Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan Penelitian dan. Pengembangan Kesehatan.
- S afitri., (2020). Pendidikan Kesehatan tentang Anemia kepada Ibu Hamil. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 2, No. 2, Juni 2020 http://jak.stikba.ac.id/index.php/jak/article/view/88
- Sarah, N., & Rahma. (2020). Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Booklet Pada Ibu Hamil Terhadap Tigkat Pengetahuan Gizi Pada Masa Kehamilan Di Desa Desa Pulo Kiton Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2020. Journal of Healthcare Technologyand Medicine Vol. 6 No. 1 April 2020.
- http://www.jurnal.uui.ac.id/index.php/JHTM/article/download/704/319
- Sholihatun, NB., (2017). Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Nutrisi Selama Hamil Di Puskesmas Godean II Sleman Yogyakarta. repository.unjaya.ac.id/2371/2/SHOLIHATIN NUR BAITY (1114010).pdf
- http://repository.unjaya.ac.id/2371/2/SHOLIHATIN%20NUR%20BAITY%20%281114010%29.pdf
- Sudarmi., Bertalina., & Aprina, (2020). Efektifitas Penerapan Interprofessional Educationcollaborative Practice (Ipe–Cp) Tentang Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, Mei 2020 (5)1: 71-79.
- http://dx.doi.org/10.30867/action.v5i1.212
- Sukmawati., Lilis, M., & Furkon N., (2020). Pendidikan Kesehatan dan Pelaksanaan Iva Test pada Wanita Usia Subur. Media Karya Kesehatan: Volume 3 No 1 Mei 2020.
- http://journal.unpad.ac.id/mkk/article/view/24916.
- Suyati., (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Ibu Hamil
- Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Tahun 2019. Vol.7 No.1 Juli 2020 p-ISSN: 2356-198X.
- http://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/26
- Yunitasari, E, et Al. (2020). Factor Analysis of Third Trimester Pregnant Women Readiness in Preparing for Childbirth: A Cross-Sectional Study. International Journal of Pharmaceutical Research | Oct - Dec 2020 | Vol 12 | Issue 4
- https://doi.org/10.31838/ijpr/2020.12.04.478
- Yuvita, A., et Al. (2020). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gizi Seimbang Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Balita Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Karya Mulya Kota Pontianak.
- https://jurnal.untan.ac.id/index.php/KNJ/article/viewFile/42015/75676586709
- WHO. 2015. Maternal Mortality. WHO Media Center
Rights and permissions
© The Author(s) 2021
Open Access This article is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), which permits others to share, adapt, and redistribute the material in any medium or format, even for commercial purposes, provided appropriate credit is given to the original author(s) and the source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. To view a copy of this license, visit https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.




