Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang MKJP Melalui Media Sosial Facebook Terhadap Tingkat Pengetahuan Akseptor KB di Kelurahan Sampir Kabupaten Sumbawa Barat
Abstract
PENDAHULUAN
Akseptor KB menggunakan jenis metode kontrasepsi tertentu masih di pengaruhi oleh cerita ataupun pengalaman akseptor KB lainnya. Padahal dengan perkembang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi akseptor KB dapat memperoleh informasi dengan mudah. Perkembang media sosial cukup meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 2020 tercatat 3,80 Milyar orang di Dunia mengakses Media Sosial, 2,449 Milyar diantaranya mengakses Facebook. Sedangkan di Indonesia 160 Juta orang tercatat mengakses Media Sosial pada tahun 2020 dan 82% diantaranya mengakses Facebook (Hootsuite, 2020).
Perkembangan media sosial Facebook saat ini bukan hanya sebagai media untuk mengespresikan diri, tapi Facebook saat ini dapat digunkan sebagai media KIE online untuk menyebarkan informasi-informasi tertentu. Dengan banyaknya informasi-informasi tidak menjamin pengguna Facebook dapat memillih informasi yang benar dan akurat. Karena kebanyakan pengguna Facebook hanya membaca dan mempercayai informasi yang ditemukan tanpa mencari kebenaran dari informasi yang didapat.
Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan dengan teknik wawancara terhadap 10 orang akseptor KB, 8 orang menggunakan Facebook dan mengetahui tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) serta sudah termasuk menjadi anggota grup Facebook “Keluarga Berencana Kelurahan Sampir”. Sedangkan 2 orang tidak menggunakan Facebook karena tidak mempunyai Handphone (HP) yang dapat mengakses Facebook.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk meneliti tentang “Pengaruh pendidikan kesehatan melalui media sosial Facebook terhadap tingkat pengetahuan akseptor KB tentang MKJP di Kelurahan Sampir Kabupaten Sumbawa Barat”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif dengan pendekatan Preeksperimental dan pemecahan masalah menggunakan pretest-posttest design. Dengan alat ukur kuesioner dan di uji dengan Uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media sosial terhadap pengetahuan akseptor KB. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 responden.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Rumus Slovin untuk menentukan jumlah sampel yang akan digunakan. Jadi jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 44 dari 50 populasi.
Penelitian ini menggunakan teknik sampling nonprobability sampling dengan pendekatan purposiv sampling, yaitu cara pengambilan sampel untuk tujuan tertentu (Hidayat,2014). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner sebagai alat/instrumen pengumpulan data.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
| Karakteristik | N | Persentase % | |
| Umur | 15-19 th | 0 | 0 |
| 20-29 th | 14 | 46,7 | |
| 30-39 th | 6 | 20 | |
| 40-49 | 10 | 33,3 | |
| Pendidikan | SD | 6 | 20 |
| SMP | 13 | 43,3 | |
| SMA | 8 | 26,7 | |
| Diploma | 3 | 10 | |
| Sarjana | 0 | 0 | |
| Jenis Akseptor | Aktif | 27 | 90 |
| Aktif Kembali | 0 | 0 | |
| Baru | 0 | 0 | |
| Langsung | 3 | 10 | |
| Drop Out | 0 | 0 | |
| Jenis Kontrasepsi Tubek Vasek | Kondom | 5 | 16,7 |
| Pil | 9 | 30 | |
| Suntik 1/3 Bulan | 15 | 50 | |
| AKBK | 1 | 3,3 | |
| IUD | 0 | 0 | |
| Tubektomi | 0 | 0 | |
| Vasektomi | 0 | 0 | |
| Kepemilikan akun facebook | Memiliki | 30 | 100 |
| Tidak Memiliki | 0 | 0 | |
Berdasarkan tabel 1 diatas, karakteristik mayoritas usia 20-29 tahun (46,7%), Pendidikan SMP 13 orang (43,4%), Jenis Akseptor Aktif 27 orang (90%), Jenis Kontrasepsi Suntik 1/3 Bulan 15 akseptor (50%), Kepemilikan akun facebook 30 (100%).
| Tingkat Pengetahuan | N | Persentase % |
| Baik | 1 | 3,3 |
| Cukup | 27 | 90 |
| Kurang | 2 | 6,7 |
| Total | 30 | 100.0 |
Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan sebagian besar akseptor memiliki tingkat pengetahuan cukup yaitu 27 akseptor (90%)
| Kepatuhan | N | Persentase % |
| Baik | 15 | 50 |
| Cukup | 15 | 50 |
| Kurang | 0 | 0 |
| Total | 75 | 100,0 |
Berdasarkan tabel 3 bahwa sebagian besar akseptor memiliki tingkat pengetahuan cukup yaitu 15 akseptor (50%) dan Baik yaitu 15 akseptor (50%).
| No | Pendidikan Kesehatan tentang MKJP Melalui media sosial Facebook | Tingkat Pengetahuan | P Value | |||||
| Baik | Cukup | Kurang | ||||||
| n | % | N | % | n | % | 0,000 | ||
| 1 | Pretest | 1 | 3,3 | 27 | 90 | 2 | 6,7 | |
| 2 | Posttest | 15 | 50 | 15 | 50 | 0 | 0 | |
Dari tabel 4 dapat dilihat ibu hamil dengan tingkat pengetahuan baik sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 27 responden (90%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan responden meningkat menjadi pengetahuan baik 15 (50%) . Uji Wilcoxon di dapatkan nilai p value 0.000 dimana menandakan bahwa hipotesis diterima atau ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang MKJP melalui media sosial Facebook terhadap tingkat pengetahuan akseptor KB di Kelurahan Sampir Kabupaten Sumbawa Barat.
PEMBAHASAN
Tingkat pengetahuan akseptor KB sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui media sosial facebook
Dari table karakteristik menunjukkan bahwa 27 akseptor KB dengan tingkat pengetahuan cukup dan1akseptor KB dengan tingkat pengetahuan baik sebelum diberikan intervensi. Dari hasil tabel dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akseptor KB sebeum diberikan pendidikan kesehatan tergolong cukup. Menurut WHO pengetahuan seseorang berasal dari pengalaman yang berasal dari berbagai sumber misalnya pendidikan, buku petunjuk, petugas kesehatan, kerabat dekat dan sebagainya.
Pada penelitian Megawati (2015) menjelaskan bahwa adanya hubungan antara umur pengguna KB dengan pengetahuan tentang KB. Menurut Megawati, pada pasangan usia muda atau pengantin baru memiliki pengetahuan yang minim tentang metode kontrasepsi karena pada usia ini pasangan masih memikirkan untuk memiliki anak. Sementara pada usia 38-49 tahun akseptor KB sudah tidak terlalu tertarik dengan metode kontrasepsi karena merasa pengetahuan terkait metode kontrasepsi sudah tidak penting lagi. Pernyataan ini di dukung oleh pendapat Notoatmodjo (2007) bahwa umur seseorang dapat mempengaruhi pengetahuan, semakin lanjut umur seseorang maka kemungkinan semkain meningkat pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
Dari tingkat pendidikan Megawatu (2015), ada hubungan antara pengetahuan pengguna KB dengan pengetahuan KB. Megawati menjelaskan bahwa ketidaktahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi dipengaruhi oleh kurangnya informasi, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah untuk menerima informasi. Lingkungan juga berpengaruh terhadap proses pemahaman seseorang tentang metode kontrasepsi.
Pada penelitian Mustofa, dkk (2021) menyatakan bahwa berita online Facebook memudahkan masyarakat dalam mencari sumber berita untuk dijadikan sebagai sumber informasi karena masyarakat dapat mengaksesnya dengan cepat dan tidak mengeluarkan biaya. Berkaitan dengan berita online Facebook, sebagain besar masyarakat banyak yang mengetahui apa itu berita online Facebook, namun ada juga masyarakat yang belum mengetahuiapa itu berita online facebook.
Tingkat pengetahuan akseptor KB sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui media sosial facebook
Dari tabel pretes menunjukkan bahwa 15 akseptor KB dengan tingkat pengetahuan baik dan cukup, serta tidak terdapat akseptor KB dengan tingkat pengetahuan kurang setelah diberikan intervensi.
Pada penelitian Rilyani et al. (2019) menjelaskan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan penggunaan IUD dengan pengetahuan ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi IUD. Penelitian dilakukan dengen memberikan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Pada penelitian Elviani,dkk (2020) menjelaskan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur.
Pengaruh pendidikan kesehatan melalui media sosial facebook terhadap tingkat pengetahuan akseptor KB tentang MKJP
Dari tabel analisis Bivariat menunjukkan bahwa pada hasil pretest terdapat 27 orang dengan tingkat pengetahuan cukup dan 1 orang dengan tingkat pengetahuan baik. Sedangkan dari hasil posttest dapat dilihat bahwa 15 orang dengan tingkat pengetahuan baik dan cukup, tidak terdapat akseptor dengan tingkat pengetahuan kurang. Pada tabel juga dilihat bahwa p value nya yaitu 0,000.
Karena nilai p value 0,000 dan lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan Hipotesis diterima. Artinya ada peningkatan antara nilai pretest dan nilai posttest setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media sosial Facebook.
Media sosial semakin banyak digunakan untuk kesehatan publik dan promosi kesehatan. Menurut Welch et al 2016, menyebutkan bahwa penggunaan media sosial dalam promosi kesehatan berpotensi dapat meningkatkan kesehatan. Era digital yang dikenal dengan Web 2.0 atau health 2.0 atau medicine 2.0 menjadikan masyarakat sehat dan pasien lebih mengandalkan internet dari pada dokter sebagi sumber informasi perawatan kesehatan. Situs web media sosial yang populer terbukti efektif dan ampuh untuk menyebarluaskan informasi kesehatan, mendukung upaya promosi kesehatan dan dapat ditelusuri secara online.
Pada penelitian Irwadi (2021) menjelaskan bahwa pendidikan kesehatan berbasis WhatsAppGroup berpengaruh terhadap pengetahuan, sikao dan tindakan caregiver lansia dengan comorbid dalam pencegahan infeksi Covid-19. Pada penelitian Gafar (2014) menjelaskan bahwa ada pengaruh pemberian promosi kesehatan melalui Facebook terhadap pengetahuan tentang bahaya merokok pada mahasiswa PSIK semester 8 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sedangkan pada penelitian Adesta (2020) menjelaskan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media online terhadap pengetahuan dan perilaku WUS terhadap pencegahan kanker serviks.
Menurut penulis media sosial Facebook banyak digunakan oleh masyarkat sekarang, hampir semua golongan usia mengakses media sosial Facebook. Dengan kemajuan teknologi media sosial Facebook saat ini dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan melalui media sosial Facebook dapat berupa teks, gambar maupun video sehingga akseptor KB tidak hanya membaca informasi tapi juga dapat menonton video yang diberikan. Karena hal ini penulis berasumsi bahwa intervensi melalui media sosial Facebook dapat berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan akseptor KB terkait Metode Kontraspsi jangka Panjang (MKJP) sama halnya dengan intervensi menggunakan metode ceramah, konseling, pembagian leaflet, menggguakan buku panduan dan lain sebaginya. Dengan kondisi pandemi seperti sekarang, KIE melalui media sosial penulis rasa lebih aman dan nyaman karena selain menghemat tenaga juga menghindari.
Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya pendidikan kesehatan bukan hanya dapat diberikan secara offline tapi juga bisa secara online. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat dimudahkan dalam memberi informasi ataupun mencari informasi yang dibutuhkan. Dengan adanya media sosial, salah satunya Facebook masyarakat menjadi lebih mudah mengakses ataupun mencari informasi yang dibutuhkan, karena media sosial dapat di akses kapan saja.
KESIMPULAN
- Sebagian besar tingkat pendidikan responden sebelum diberikan intervensi berada pada kategori cukup, yaitu sebanyak 27 orang (90%).
- Sedangkan tingkat pendidikan responden setelah diberikan intervensi berada pada kategori baik dan cukup, yaitu sebanyak 15 orang (50%) di tiap kategori.
- Dan pada Uji Wilcoxon di dapatkan nilai p value 0.000 dimana menandakan bahwa hipotesis diterima atau ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang MKJP melalui media sosial Facebook terhadap tingkat pengetahuan akseptor KB di Kelurahan Sampir Kabupaten Sumbawa Barat.
DECLARATIONS
Funding Statement
The authors did not receive support from any organization for the submitted work and No funding was received to assist with the preparation of this manuscript.
Conflict of Interest Statement
This research has no significant conflict. All the authors listed in this article have no involvement with outside parties. All authors approve the research results for publication, and all sources of writing have been included in the references.
Availability of data and materials
Data and materials from the research will be accessible to readers after contacting the author.
Copyright and Licenses
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
- Adesta,Regina Ona. 2020. Pendidikan Kesehatan melalui Media Online terhadap Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur di Kabupaten Sikka. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Vo. 7 No.2 Hal. 43-55
- Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta
- Budihartini,dkk. 2018. Pemilihan Matode Kontrasepsi Pada Ibu Pasca Bersalin Berdasarkan Media Informasi yang Digunakan Dalam Konseling, Jurnal Keperawatan dan Kebidanan. 16-25
- Budiman dan Riyanto. 2013. Kapita Selekta Kuesioner : Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika
- Dahlan AK. 2019. Pengaruh Penerapan Konseling Keluarga Berencana Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Implant, Jurnal Voice of Midwifery (9). 808-809
- Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2019
- Data dan Informasi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana PemberdayaanPerempuan Perlindungan Anak Kabupaten Sumbawa Barat 2020
- Elviani, Kiki. 2020. Efektivitas Media Video dan Leaflet terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Dampak Kontrasepsii Hormonal pada Siklus Menstruasi di Polindes Menanti. Repository.unsri.ac.id
- Evasari dan Sahara. 2018. Hubungan Pengetahuan, Pendidikan dan Dukungan Keluarga dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant, Jurnal Obstretika Scientia (5). 39-45
- Gafar, Gazali. 2014. Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan melalui Media Sosial Facebook terhadap Pengetahuan tentang Bahaya Merokok pada Mahasiswa PSIK Semester 8 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal KeperawatanUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta
- Hartono,Hanafi. 2002. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
- Hidayat, AA. 2014. Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta Selatan:Penerbit Salemba Medika
- Hinanti RE. 2020. Pandangan Hukum Islam Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi Oleh Pasangan Suami Istri Dalam Rangka Mengikuti
- Program Keluarga Berencana, E- Journal Fatwa Law (3). 103-106
- Hootsuite, (2020). Digital 2020 Indonesia dalam https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital- report-2020/, diakses pada tanggal 02 April 2021
- Irwadi. 2021. Pengaruh Pendidikan Kesehatan WhatssApp Group terhadap perilaku Laragiver Lansia dengan Comorbid dalam Pencegahan Infeksi COVID-19 di Kota Palembang. Scholar.unand.ac.id
- Iswandari ND, dkk. 2016. Analisis Perilaku Akseptor Keluarga Berencana Terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Puskesmas Tewah, Dinamika Kesehatan (7). 196-199
- Kuliah Mitra, (2019). Fitur Facebook dan Fungsinya yang Wajib diketahui dalam https://www.mitrakuliah.com/m/201 9/12/05/fitur-facebook-dan fungsinyayang-wajib-diketahui/, diakses pada tanggal 29 Desember 2020
- Kurniasari Lia. 2020. Pengetahuan dan Jumlah Anak dengan Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang, Higeia Journal Of Public Health Research And Development (4). 601-608
- Lapau, Buchari. 2015. Metodologi Penelitian Kebidanan:Panduan Penulisan Protokol dan Laporan Hasil Penelitian. Jakarta:Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Lusiana, Novita. 2015. Buku Ajar Metodologi Penelitian Kebidanan. Yogyakarta:Deepublish
- Megawati, Tobing. 2015. Hubungan antara Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan KB dengan Pengetahuan tentang KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kapitu Kecamatan Amurang Barat, Jurnal Ilmiah Farmasi Vol.4 Hal.312-319
- Mustofa. 2021. Persepsi Masyarakat terhadap Berita Online Facebook sebagai Sumber Informasi Berita (di Desa Tirta, Kecamatan Rimbo
- Bujang,Kabupaten Tebo. Provinsi Jambi). Repository.uinjambi.ac.id
- Nabila Dhifa, dkk. 2020. Peradaban Media Sosial Di Era Industri 4.0. Malang: Inteligensia Media
- Notoatmodjo. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta.
- Nugroho dan Utama. 2014. Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: Nuha Medika
- Nurmala Ira, dkk. 2018. Promosi Kesehatan. Surabaya: Airlangga University Press
- Paramita CA, dkk. 2019. Pengaplikasian Media Sosial Instagram Sebagai Media KIE Online Tentang MKJP Di Bidang DP3AP2KB Kabupaten Kota Baru, Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (2). 88-90
- Ratu, Matahari. 2019. Buku Ajar Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Yogyakarta:Pustaka Ilmu
- Retno Devita, (2019). Sejarah Berdirinya Facebook Jejaring Sosial Besar dalam https://sejarahlengkap.com/teknolog i/sejarah-berdirinya-facebook/amp, diakses pada tanggal 29 Desember 2020
- Rilyani et al. 2019. Pengaruh Penyuluhan Penggunaan IUD dengan Pengetahuan Ibu dalam Menguunakan Intra Uterine Device (IUD). Holistik Jurnal Kesehatan, 13 (1),48-55
- Setiawan, Tejo Adi. 2016. Berilmu pengetahuan. Yogyakarta: Relasi inti media.
- WHO.(2017). Contraceotion dalam https://www.who.int/health topics/contraception#tab=tab_1, diakses pada tanggal 30 Maret 2021
- Wiknjosastro, H. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
- Welch, V. et al (2016). Interactive Social Media Interventions to Promote Health Equaty: an Overview of reviews. Health Promotion and Chronic Disease Prevention in Canada. Vol.36, No. 4, April 2016
- Yanuarita dan Wiranto. 2018. Mengenal Media Sosial Agar Tak Menyesal. Jakarta Timur: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- YKAI. 2019. Keluarga Berencana. Jakarta: Bitread Publishing
Rights and permissions
© The Author(s) 2021
Open Access This article is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), which permits others to share, adapt, and redistribute the material in any medium or format, even for commercial purposes, provided appropriate credit is given to the original author(s) and the source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. To view a copy of this license, visit https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.




